1 komentar

Pahami dan Renungilah ^^

Pahamilah,
Cinta itu tidak akan membuat kita lemah,
melainkan cinta itu akan senantiasa membuat kita kuat


Dan 
Cinta itu tidak untuk membakar semangat
tapi untuk senantiasa membuat kita berusaha


Mari,
Jadikan cinta kita sebagai penyusut dosa-dosa kita


Aku serahkan hatiku
agar kita saling berbagi suka maupun duka


Aku serahkan hatiku 
agar kita saling mengerti satu sama lain
InsyaAllah...

read more
0 komentar

Katakan padanya "Rindu" ini hanya untuknya

Aku kangen..


Mungkin aku agak terlalu egois atau terlalu malu untuk mengungkapkannya langsung.
Namun kali ini aku benar-benar merasakan kesepian..
Dan aku baru benar-benar sadar kalau antara kesepian dan perpisahan sangatlah dekat. 
Dekat..


Sehingga membuat aku tidak memiliki ruang untuk bernafas, sesak
Tidak memiliki jeda, tidak memilliki spasi.

read more
0 komentar

Never Knew I Needed

Yap, aku tak pernah tahu apa yang aku mau dan aku butuhkan dalam hidup ini.
Sampai kesempatan itu datang dan kadang akan berakhir
Maka dengan tergopoh-gopoh dan langkah yang sulit
Aku pun mulai mengejar segala ketinggalan itu


Sungguh sesuatu yang tak bisa aku mengerti sampai saat ini
Semuanya sungguh diluar logika
Diluar analisis ku yang ku tahu tidak begitu tajam
Namun satu yang pasti di dalam lubuk hati ini aku ingin mengubah semuanya

read more
1 komentar

Kesungguhan hanyalah berasal dari diri sendiri

Ya Allah ya Rabb, dimanakah harapan dan semangat itu?
yang sedari dulu menyertaiku.
inginnya semua itu menjadi kenyataan
inginnya semua itu menjadi terlaksana
namun hampir mencapai titik temu aku kembali tersesat


ingin ku meraih dan mencapainya
namun aku menyadarinya, tak akan ada yang pernah bisa terwujud 
apabila dari diri kita sendiri tak ada niat untuk merubahnya


Ya Rabb, hamba-Mu ini sungguh tak ingin menjadi seorang merugi
sungguh tak ingin
aku ingin mendapatkan kembali kesungguhan itu
agar aku dapat menggapainya, tentu saja atas ridhoMu


maka aku menginginkan jalanMu kembali aku dapatkan ya Allah
jalanMu yang akan membawa ku ke dermaga kebahagiaan


tunjukkanlah hambaMu ini
sehingga aku dapat merasakan kembali semuanya yang hilang
seiring dengan bertambahnya waktu
Amiin
read more
1 komentar

"Dream"

Tuhan memberikan ku cinta untuk ku persembahkan hanyalah padamu
Dia anugrah kan ku kasih, hanya untuk berkasih berbagi dengan mu
Atas restu Allah, aku ingin miliki mu, 
ku berharap kau menjadi yang terakhir untuk ku
Restu Allah, ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan bismillah
Hampa terasa bila ku tanpamu,
hidup ku terasa mati jika ku tak bisa bersamamu
Hanya dirimu satu yang ku inginkan
Ku bersumpah sampai mati, hanyalah dirimu.


"Sepenggal lirik lagu yang ada kalanya membuat berkhayal
sesuatu yang susah"
Namun semuanya masih tetap terasa menyejukkan
walau dimana-mana terdapat kekurangan dan ketidak singkronan antara kita.



read more
2 komentar

Sekarang Kita Tahu

Sekarang kita tahu apa makna ketemu
Sekarang kita belajar meraba batas yang samar
Antara kemerdekaan dan belenggu
Antara kenyataan dan mimpi
Antara kesepian yang riuh dan kata-kata yang bisu


Sekarang kita alami suatu arti
yang tak bisa kita pelajari 
Dari segal ilmu, buku-buku dan segala lagu
Sekaranglah kita mengerti suatu arti
Yang hanya bisa dialami
Tak terjemahkan, tak terumuskan


Sudah tak ada dan tak bisa kita butuhkan
Pilihan yang lain, kecuali bersatu, saling satu
Saling dewasa, saling menjaga setiap detik
Dari seluruh usia kita
Akulah jalanmu, Engkaulah jalanku
Kita satu, satu...
(Emha Ainun Najib)


Puisi penyejuk jiwa yang didapat dari souvenir pernikahan.
Penggugah hati. Membacanya tidak akan membuat ku bosan.
^^
read more
0 komentar

Aku Mencintaimu Karena Allah

Yaps, terinspirasi dari kata-kata penulis buku, lagi-lagi Tere-Liye (hehe), muncullah kata-kata itu di blog ini.
 
 
Aku ingin kamu mengatakannya itu dihadapanku,

tidak bukan hanya sekedar kata-kata, tapi juga kata-kata yang memiliki arti atau makna.
aku ingin kau pun memahami maknanya.
makna yang amat terdalam.
dimana hanya dengan sekedar mengucapkannya aku akan merasa terbang.

merasa menjadi wanita paling beruntung karena telah memilikimu.

makna yang akan membawa kita pada kekhusukan menjalani semuanya.
aku inginkan itu, sungguh ingin.
katakanlah walau hanya sekali.
Aku mencintaimu karena Allah.


read more
0 komentar

Indah-Nya

Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini

Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini

Perasaan itu datang dari-Mu

Semua perasaan itu juga akan kembali kepada-Mu

Kami hanya menerima titipan dan semua itu ada, sungguh karena-Mu

Katakanlah ikrar Cinta itu hanya karena-Nya

Katakanlah semua kerinduan itu hanya karena Allah

Katakanlah semua getar rasa itu hanya karena Allah

Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang menciptakan dunia dengan kasih-sayang,
mengajarkan kita tentang cinta sejati.

(teringat karya Tere-Liye yang minggu lalu baru aku tamatkan)


read more
0 komentar

2 periode hilang

yah... 2 periode hilang begitu saja di depan mata. perasaan apa ini? kenapa begitu menusuk ulu hati. kenapa
begitu menyakitkan? kenapa aku tak bisa menjadi yang terbaik disaat aku sudah meyakininya.

tapi kembali lagi tak ada yang dapat disesali saat ini. karena yang harus aku lakukan adalah kembali berjuang sampai titik akhir dan mendapatkan apa yang ku mau dan ku citakan selama ini.

huftt.. terasa lama.. tak sabar menunggu lagi. semuamya harus segera berakhir. jangan sampai aku kehabisan
periode untuk ketiga kalinya dan yang merupakan periode terakhir di tahun ini.

hanya doa, usaha, pasrah dan satu lagi "keajaiban".  hehehe
read more
1 komentar

1 kata yang cukup membuat aku "letih"

ya.. hanya satu kata saja. namun dengan satu kata itu dapat menampilkan kesulitan yang dibuatnya dalam hidup ku. agak lebay mungkin ya? hehe

tapi memang "kata itu" dapat mewakili perasaan yang aku rasakan sekarang.
cukup dengan menyebutkan kata itu, senyum di bibir ini menjadi kelu.

kali ini "kata itu" kembali membuat aku harus menulis yang tidak hanya sekedar menulis seperti awalnya.
membutuhkan kejelasan, pertanggung jawaban, dan analisis yang cukup "njelimet".

berawal dari diterimanya "judul penelitian" yang tidak memerlukan waktu yang lama, kemudian "pendahuluan" yang disusul dengan seminar. kemudian berjalan ke "gambaran umum" dan "pembahasan" yang cukup menarik perhatian, energi, waktu dan tidak lupa uang. hehe. sampai akhirnya saat ini menyusun "penutup" yang ternyata tidak semudah yang aku pikirkan.

huaaaaa.....
pengen nangis rasanya mengingat kenyataan bahwa aku belum bisa menyelesaikannya. padahal hanya tinggal
beberapa langkah lagi. dan semuanya akan berakhir disini. apalagi melihat teman-teman yang telah menamatkan terlebih dahulu.

sudah lebih dari 5 bulan masa ini berlangsung. awalnya dimulai dengan dorongan untuk menyelesaikan studi.
lalu muncul sedikit demi sedikit dorongan dari teman-teman yang sudah memulainya terlebih dahulu.

kemudian orang tua yang sudah tidak bisa membendung ingin segera melihat anaknya di atas panggung dengan memakai "baju kebesaran" mahasiswa. lalu disusul dengan orang yang mempunyai "arti penting" lainnya di dalam hidup ku yang berniat memberikan motivasi tetapi yang ada membuat aku semakin terpuruk dengan kesulitan ini.

hah.. pengennya segera mengakhirinya. namun jalan menuju keberhasilan itu masih tertutup kabut. dimana aku sendiri pun tidak tahu kapan itu akan selesai dengan "indah" dan mengucapkan aku pun bisa!
yap.. benar. "kata itu" adalah SKRIPSI..
read more
0 komentar

Aktivitas Tertinggalkan

Hari ini, saat ini, dan detik ini, inginnya melakukan aktivitas yang sudah selama ini aku tinggalkan. bergelut dengan dunia tulis menulis yang menurut ku beberapa tahun yang lalu merupakan hal yang sangat menarik. melebihi menariknya menonton film ataupun bermain internet yang saat ini sedang marak dikalangan remaja.


Aktivitas yang dulunya menjadi alasan ku untuk menggeluti lebih dalam jurusan yang aku pilih sekarang, Ilmu komunikasi. alasan satu-satunya yang membuat ku terseret di universitas ini. hehe..


namun akhir-akhir ini (lebih tepatnya beberapa tahun yang lalu ini), aku kehilangan semangat untuk menulis. padahal dari sinilah muncul impian-impian yang terkira harganya. pada awalnya aktivitas ini mulai muncul kembali pada saat aku berada di semester ke 5-6. dan tawaran bagus itu datangnya dari dosen ku sendiri yang mewajibkan bagi kami mahasiswanya untuk membuat karya dalam bentuk buku secara kelompok.


wah...suatu tugas yang menurut ku berat. apalagi dengan kemampuan dan pengalaman kami yang sangat minim di dunia tulis menulis. namun pada saat itu, kata-kata sang dosen yang selalu ku ingat sampai saat ini adalah "kita bisa karena terbiasa, suatu keanehan justru kalau mahasiswaka komunikasi konsentrasi jurnalistik dan studi media tidak dapat membuat karya dalam bentuk buku. dan saya yakin suatu hari nanti, tulisan-tulisan itu akan bermanfaat buat kalian semua."


sebuah dorongan yang menarik dan tentunya menggiurkan. hohoho... walaupun awalnya sedikit pesimis, bisa g ya selesaikan buku ini. and the finally... kita bisa.
buku ku tercetak dan berhasi kami distribusikan. walaupun memang untuk standart buku nasional para peminatnya masih bisa dihitung dengan jari. (yah, maklumlah. penulis belum ada yang mempunyai nama).


selesai demgan buku perdana, semester berikutnya di mata kuliah yang berbeda dan dosen yang sama, kami kembali ditantang untuk membuat buku.


buku kedua dengan anggota yang lebih banyak tetapi tenggat waktu yang lebih cepat. dan alhamdulillah bisa selesai dengan tepat waktu juga.. hehe


and now.. aku dihadapi lagi dengan kemampuan menulis yang harus aku tuangkan di dalam sebuah karya tulis yang biasanya disebut "skripsi"...


huahahaha.. mau tahu pengalaman ku selama menulis dan menyusun skripsi?
kita bahas di postingan selanjutnya ya.
read more
2 komentar

"Ntumbu tuta" bukan ajang perkelahian

Kalau jalan-jalan ke bima, tidak enak rasanya bila tidak menonton tradisi unik nan lucu ini. Mungkin bagi masyarakat lain, tradisi ini terlihat aneh, 2 orang melakukan adu kepala tanpa terasa sakit sedikitpun. Untuk dapat melihat sebagian dari kekayaan itu, Anda harus mendatangi beberapa desa yang penduduknya masih bisa atau menguasai proses pelaksanaan adu kepala dan tarian dengan senjata tajam. Datanglah ke Desa Maria, Kecamatan Wawo. Sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Bima ke arah timur. Bicaralah dengan Kepala Desa, karena untuk melaksanakan tarian itu harus mengerahkan cukup banyak penduduk. Soal biaya bisa dirundingkan. Kira-kira sekitar Rp. 1 – 2 juta, tergantung lama pertunjukkan yang pastinya akan dilaksanakan di halaman lumbung khas Masyarakat Bima.

Bunyi benturan dua kepala, dipastikan membuat ngilu penonton. Tapi dua orang pemilik kepala yang diadu tenang-tenang saja. ”Jangan khawatir, tidak akan ada yang terluka, semuanya masih bugar. Boleh coba, jangan takut, pasti tidak akan sakit.” ajak Sulaeman Hemon, 64 thn, juru mantra Desa Maria kepada penonton.

Di sinilah kuncinya. Sebelum atraksi, Sulaeman membaca mantra sambil membawa air putih. Beberapa orang yang akan mengadu kepala ikut komat-kamit. Lalu, mereka mengusapkan air putih tadi ke kepala, dahi, kemudian meminumnya. Mantrapun bekerja. Setelah mengambil ancang-ancang, mereka saling seruduk dan mengaku tidak merasakan apa-apa.

Adu kepala atau Ntumbu merupakan kesenian yang dulu sering dimainkan di setiap pesta dan ritual adat. Selain Ntumbu ada juga Tari Manca dan Buja Kadanda. Dua tarian ini juga menggunakan mantra. Pasalnya, dalam tarian itu terjadi saling serang dengan menggunakan pedang dan tombak betulan.

Memeriahkan suasana, setiap ritual kesenian diiringi musik khas Bima, utamanya lewat Tabuhan Gendang dan Tiupan ”Silu” (alat musik tiup semacam terompet yang terbuat dari daun lontar). Meriah, penuh warna, mengandung unsur magic, tapi tidak menakutkan.

Tertarik? Datanglah dan ikuti petualangannya. Anda bisa kok melakukan sendiri adu kepala tersebut. Hehehe

read more
0 komentar

Pacuan Kuda Bima


Inilah satu lagi keunikan Bima. Acara "pacoa kuda" (pacuan kuda) sudah menjadi kegiatan rutin dan tradisi sekitar. Datang ke Bima berarti harus meluangkan waktu menonton Pacuan kuda. Lupakan Khayalan tentang hotel mewah dan spa. Langsung saja menengok kekayaan adat dan budaya  di Kabupaten paling timur yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini.



Maka, bersiaplah memacu adrenalin. Terjebak dalam kepulan debu, menangkap kibaran warna-warni pakaian joki, pun derap puluhan kaki kuda.Joki cilik beraksi sambil menggerakkan pecut di tangan. Tampil berani, hanya dengan pengamanan sangat minim. Tanpa helm, tanpa pelana dan tanpa alas kaki. Alamiah, menyatu bersama denyut dan dengus napas kuda pacuan.

Pacuan Kuda dan joki cilik merupakan satu dari sekian banyak agenda wisata andalan Bima. Sangat diminati penduduk lokal, juga wisatawan dalam dan luar negeri. Pasukan berkuda ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Dahsyat, mempertontonkan keahlian joki-joki cilik. Rata-rata usia mereka tak lebih dari 10 tahun. Gagah sekaligus mengundang cemas.

Terik matahari tak menyurutkan langkah penonton. Termasuk di suatu siang, di lapangan pacuan kuda yang terletak di Desa Sambina’e. Satu aba-aba, tanda perlombaan dimulai segera disambut hamburan debu. Joki cilik yang berumur 5 tahun keatas membungkukkan badan mengikuti irama kaki kuda, memukulkan cemeti untuk memacu laju, sambil menjaga keseimbangan di atas punggung kuda.

Beberapa kali penonton terpekik menyaksikan aksi sikut dan tubruk para joki. Kuda sengaja didekatkan hingga bersinggungan dengan kuda lain. Tujuannya memang menghalangi laju lawan. Sesekali mereka kehilangan keseimbangan, melorot ke samping, namun dengan sigap kembali ke posisi semula.
read more
0 komentar

Uniknya makna upacara U'a Pua


U’a Pua dalam bahasa melayu disebut” Sirih Puan”  adalah satu rumpun tangkai bunga telur berwarna warni yang dimasukkan ke dalam satu wadah segi empat. Jumlah bunga telur tersebut berjumlah 99(Sembilan Puluh Sembilan) tangkai yang sesuai dengan Nama Asma’ul Husna. Kemudian di tengah-tengahnya ada sebuah Kitab Suci Alqur’an.

U’a Pua ditempatkan di tengah-tengah sebuah Rumah Mahligai(Bima: Uma Lige) yang berbentuk segi empat berukuran  4×4 M2. Bentuk Uma Lige ini  terbuka dari ke empat sisinya. Atapnya bersusun dua, sehingga para penari lenggo Mbojo yang terdiri dari empat orang gadis, dan penari lenggo melayu yang terdiri dari empat orang perjaka, beserta para penghulu melayu dan pengikutnya yang berada di atas dapat dilihat oleh seluruh mayarakat sepanjang jalan.

Uma Lige tersebut diusung oleh 44 orang pria yang berbadan kekar sebagai simbol dari keberadaan 44 DARI MBOJO yang terbagi menurut 44 jenis keahlian dan ketrampilan yang dimilikinya sebagai bagian dari struktur Pemerintahan kesultanan Bima. Mereka melakukan start dari kampung melayu menuju Istana Bima untuk diterima oleh Sultan Bima dengan Amanah yang harus dikerjakan bersama yaitu memegang teguh ajaran Agama Islam.

Upacara U’a Pua dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dirangkai dengan penampilan atraksi Seni Budaya masyarakat Suku Mbojo (Bima) yang berlangsung selama 7 hari. Prosesi U’a Pua diawali dengan Pawai dari Istana Bima yang diikuti oleh semua Laskar Kesultanan, Keluarga Istana, Group Kesenian Tradisional Bima dengan dua Penari Lenggo yang dilengkapi dengan Kelompok Penunggang Kuda (Jara Sara’u).

Selama proses pawai berlangsung Group Kesenian terus memainkan Genda Mbojo, Silu dan Genda Lenggo. Ketika memasuki Istana, Penunggang Kuda menari dengan suka ria (Jara Sara’u), Sere, Soka dan lain-lain sampai Ketua Rombongan bertemu dengan Sultan yang diiringi dengan Penari Lenggo. Pada sa’at itu diserahkan ”Sere Pua” dan Al-Qur’an kepada Sultan.


Sumber: wisatamelayu.com dan http://sarangge.wordpress.com

read more
0 komentar

Pakaian adat "Bodo" bima

Ada yang bilang pakaian adat Bima hampir mirip dengan pakaian adat Sulawesi Selatan. Semua itu memang tidak dapat dielakkan lagi karena ikatan sejarah antara kerajaan Bima dan Makassar, Gowa, Bone dan Tallo itu memiliki hubungan dan ikatan kekeluargaan serta kekerabatan. Proses pembauran dan asimilasi budaya itu telah berlangsung lama dan mempengaruhi juga cara berbusana dan motif busana yang dikenakan. Meskipun ada beberapa perbedaan antara busana adat Bima dengan Sulawesi Selatan.

Warna yang menonjol dalam pakaian adat Bima antara lain hitam, biru tua, coklat, merah dan kemerah-merahan serta putih. Untuk pakaian wanita memakai kain sarung kotak-kotak yang dikenal dengan sebutan Tembe Lombo. Disamping pakaian sehari-hari pakaian adat juga diatur oleh pihak Kesultanan. Yang diatur oleh Majelis Adat yang disebut KANI SARA. Prosedur dan Tata Cara pemakaiannya pun telah diatur dalam ketetapan Hadat. Dalam kehidupan sehari-hari orang Bima mempunyai pakaian sendiri. Khusus untuk wanita meliputi Baju Poro. Baju ini terbuat dari kain yang agak tipis tetapi tidak tembus pandang. Umumnya berwarna biru tua, hitam, coklat tua dan ungu. Bagi gadis-gadis Bima biasanya memakai warna ungu atau coklat tua. Para wanita pun memakai aneka perhiasan seperti gelang, anting dan lain-lain. Namun terlarang untuk memakai secara berlebihan.


Kaum Pria mempunyai pakaian sehari-hari yang khas. Yang lazim adalah Sambolo atau Ikat Kepala. Umumnya bercorak kotak-kotak dan dihiasi tenunan benang perak/emas. Terkadang lelaki memakai baju kemeja atau baju lengan pendek atau jas tutup dengan warna putih atau hitam atau warna cerah lainnya. Untuk sarung biasanya memakai sarung pelekat yang dikenal dengan nama Tembe Kota Bali Mpida yang bercorak Kotak-kotak atau memaki Tembe Nggoli yang pemakaiannya agak panjang atau terjurai pada bagian depannya.

Untuk hiasan kaum pria memakai Salampe, sejenis dodot yang dililitkan dipinggang. Biasanya salampe berwarna dasar kuning, merah, hijau dan putih. Bagi orang dewasa biasanya menyelipkan pisau pada lilitan Salampe. Letaknya agak ke kiri pusar, sedangkan hulunya agak terjurai ke kanan. Pakaian dan busana adat Bima sangat banyak. Ini adalah kekayaan dan kearifan masa silam yang seharusnya dipertahankan dari terpaan arus globalisasi saat ini. Hanya beberapa saja yang masih dapat dilihat dan diperagakan hingga saat ini. Perlu ada upaya serius untuk melestarikan dengan berbagai kebijakan Pemerintah Daerah agar pakaian adapt ini tidak punah ditelan arus zaman. Perlu ad aide kreatif untuk mempertahankannya misalanya dengan menggelar Show Busana Adat Bima atau menetapkan dalam Peraturan Daerah tentang pelestarian Pakaian Adat Bima.

Sumber: Ensiklopedia Bima, Muslimin Hamzah
read more
0 komentar

3 Primadona Bima

Sepertinya tidak afdol kalau suatu daerah tidak mempunyai produk unggulan kebanggaan. Begitu pula dengan Bima. Produk unggulan Bima yang sudah banyak terkenal diseluruh pelosok negri adalah madu alam Bima, tembe nggoli (sarung tenun) dan mutiara alam. Yaps, ketiganya seakan menjadi primadona Bima.

Madu alam bima merupakan hasil alam yang berasal dari lebah liar (hutan) yang memiliki khasiat tinggi. Hal ini dikarenakan berasal dari nectar berbagai macam bunga dalam hutan asli. Maka tak heran bila madu alam bima banyak dicari baik oleh penduduk sekitar maupun masyarakat luar Bima. Di bima selain madu merah yang sering diketahui, juga terdapat madu putih yang jika disimpan lama akan mengkristal sehingga disebut madu kristal.
Tembe nggoli khas bima adalah sarung tenun khas Bima yang terbuat dari benang kapas (katun) dengan warna-warni yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan. Sarung tenun khas bima memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan sarung tenun daerah lain yaitu hangat, halus, lembut, tidak mudah kusut, warna cemerlang lebih lama. Bagi orang bima memakai sarung masih menjadi kebiasaan baik bagi pria maupun wanitanya. Wanita bima biasanya memakai sarung sebagai bawahan ataupun sebagai "Rimpu" (cara menutup aurat dengan cara menutup wajah atau mata saja).


Mutiara alam bima sekarang dapat dikatakan sebagai salah satu produk dari Bima, karena semakin banyak penghasil/pengambil mutiara di Bima, misalnya di daerah Karumbu, Sape dan lain-lain.




read more
0 komentar

Sepi yang lezat dan unik


Nah, kuliner khas yang satu ini tak kalah kualitas rasanya dibandingkan kuliner yang lain. Sepi (huruf "e" dibaca kasar) adalah makanan khas Bima yang terbuat dari udang rebon (anak udang yang sangat kecil yang orang Bima biasa sebut dengan sepi bou). Dimana udang rebon difermentasikan dengan garam saja sampai mengeluarkan aroma khas.

Uniknya lagi, sepi bisa langsung dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Tapi, kalau mau menambahkan dengan cabe rawit dan air jeruk purut pun tambah mantap. Rasa sedap dan segar yang dihasilkan dari jeruk purut akan lebih terasa. Sepi juga bisa dikolaborasikan dengan aneka macam bumbu sehingga menghasilkan masakan yang tak kalah lezat. Seperti tumis sepi dengan menggunakan bumbu dapur biasa, lengkuas, sereh dan kemangi. 
read more
0 komentar

Kuliner Uta Maju di Kota Bima


Jalan-jalan ke Kota Bima tidaklah lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner uta maju (daging rusa/kijang). Uta Maju di daerah berbeda dengan uta maju daerah lain, karena biasanya daging rusa di Bima diawetkan dengan cara didendeng. Dendeng daging rusa tidak memakai bumbu yang macam-macam seperti dendeng umumnya yang memakai ketumbar dan gula. Tetapi hanya menggunakan garam. Entah karena orang Bima jaman dahulu tidak mengenal bumbu yang lain atau bagaimna, namun cita rasa orisinilnya tidak dapat dikalahkan dengan dendeng umumnya. Sangat lezat dan dagingnya berserat empuk. 

Hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena biasanya jenis dendeng seperti ini dapat diolah kembali menjadi berbagai macam aneka macam makanan lagi. Seperti mpal goreng, dendeng balado atau bisa juga disayur atau makanan berkuah. Selain itu juga bukan hanya dagingnya saja yang dapat dibuat dendeng, biasanya orang Bima juga mengubah tulang iga untuk diawetkan. Unik kan? Tidak ada salahnya mencoba kuliner yuk.  

Sumber: bimacenter.com dan http://ademataho.multiply.com
read more
0 komentar

Bima Kota Kerajaan

Museum ASI Mbojo-Bima
Suatu daerah pasti mempunyai asal usul tersendiri, budaya, dan sejarah masing-masing. begitu juga pun dengan Daerah Bima yang dulu pernah merupakan sebuah kerajaan yang swapraja selama lima atau enam abad sebelum lahirnya Republik Indonesia. Sejarah kerajaan Bima hanya diketahui secara dangkal, disebabkan terutama karena pemerintah Belanda boleh dikatakan tidak menaruh minat terhadap Bima, asal keamanan dan ketertiban tidak terganggu. Namun dari Dua sumber lain dapat ikut menjelaskan perkembangan sejarah Bima.


Pertama, ilmu arkeologi yang selama ini hanya mengungkapkan segelintir peninggalan yang terpisah-pisah. Namun ilmu arkeologi itulah yang barangkali akan berhasil menentukan patokan-patokan kronologi terpenting dari masa prasejarah sampai masa Islam. Kedua, sejumlah dokumen dalam bahasa Melayu yang ditulis di Bima antara abad ke-17 sampai dengan abad 20. Bahasa Bima merupakan bahasa setempat yang dipakai sehari-hari di Kabupaten Bima dan Dompu (nggahi Mbojo). Bahasa tersebut jarang, dan sejak masa yang relatif muda, digunakan secara tertulis. Beberapa teks lama yang masih tersimpan dalam bahasa tersebut, tertulis dalam bahasa Arab atau Latin. Tiga jenis aksara asli Bima pernah dikemukakan oleh pengamat-pengamat asing pada abad ke-19, tetapi kita tidak mempunyai contoh satu pun yang membuktikan bahwa aksara tersebut pernah dipakai. Oleh karena itu bahasa Bima rupanya tidak pernah menjadi bahasa tertulis yang umum di daerah tersebut. Pada jaman dahulu, bahasa lain pernah digunakan.
Dua prasasti telah ditemukan di sebelah barat Teluk Bima, satu agaknya dalam bahasa Sanskerta, yang lain dalam bahasa Jawa kuno. Selanjutnya bahasa Makassar dan bahasa Arab kadang-kadang dipakai juga. Ternyata sejak abad ke-17 kebanyakan dokumen tersebut resmi ditulis di Bima dalam Bahasa Melayu.

read more
1 komentar

Pulau Gili Banta dan misteri alamnya


Bima adalah kota sebelah timur pulau Sumbawa sehingga tidak heran bila wisata yang dapat dikembangkan disana adalah wisata laut. Salah satunya wisata Pulau Gili banta Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB. Pulau yang berada di jalur pelayaran Sape-Labuan Bajo ini, berbatasan dengan laut Flores di sebelah Utara dan Barat, sebelah selatan dengan selat sape dan sebelah timur dengan pulau Komodo. Pulau ini adalah pulau yang jarang di kunjungi oleh penduduk maupun nelayan lokal karena arusnya sangat deras dan berputar-putar. Namun di balik keganasan arusnya Gili banta memiliki sejuta pesona alam yang menggelitik jiwa.

Diantaranya pesona terumbu karang bawah lautnya yang berwarna violet dan hitam, rumput laut yang terdapat di sela-sela karang, biota laut seperti kima, lobster, bintang laut, ikan kepe-kepe dan yang lebih menakjubkan setiap bulan Juni-Juli sering terjadi migrasi bagi lumba-lumba dan paus. Jadi, tak ada salahnya kalau mau berkunjung ke pulau ini di bulan Juni atau Juli.

Untuk bisa sampai ke pulau ini memang tidak ada sarana transportasi khusus, disebabkan oleh jarangnya wisatawan yang mengenal pulau ini. Penyebarangan ke Gili banta dari selat sape dapat ditempuh selama 3 jam dengan menggunakan perahu motor.

Sumber: www.kp3k.dkp.go.id

read more
Free Website templatesSEO Web Design Agencyfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates